Senin, 19 Oktober 2015

PANORAMA

Sabtu, 17 Oktober 2015

Big waves in west sea

Watch Fisherman

Jumat, 16 Oktober 2015

Funny Monkey Show

Kamis, 08 Oktober 2015

Fisherman

SEX CAT FUNNY

Sabtu, 05 September 2015



Beautifull ocean...........east java


Selasa, 25 Agustus 2015

SETRATEGI PERANG YG BANYAK DIPAKAI UNTUK BISNIS

SETRATEGI PERANG BANGSA CHINA KUNO YG BISA DIAPLIKASIKAN UNTUK SETRATEGI BISNIS

36 Strategi (”San Shi Liu Ji ) merupakan salah satu maha karya yang berasal dari daratan China yang membahas tentang strategi-strategi kemiliteran. Karya 36 Strategi Perang ini sangat terkenal dan telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa termasuk bahasa Inggris dan bahasa Indonesia serta banyak diterapkan oleh para pebisnis untuk memenangi persaingan dalam dunia bisnis.
Istilah 36 Strategi pertama kali muncul pada buku “Nan Qi Shu  di Dinasti Song (tahun 960 – 1279) yang menceritakan tentang strategi perang yang dipergunakan oleh seorang Jenderal terkenal bernama  Tán Dào Jì . Saat itu, Jenderal Tán Dào Jì mengalami kesulitan  dalam menyerang Negara “Wèi”, Makanan dibakar oleh lawan sehingga Tentara Dinasti Song kekurangan Makanan. Kemudian Jenderal   Tán Dào Jì memerintahkan untuk mundur dengan menggunakan beberapa strategi “mundur” untuk mengelabui lawannya.
Tidak ada yang bisa memastikan apakah karya yang berisikan 36 Strategi ini sudah ada semenjak Dinasti Song. Tetapi yang bisa dipastikan adalah istilah “36 Strategi”  ini pernah muncul dalam buku Nan Qi Shu dan pada Dinasti Song juga kalimat “Dalam 36 Stategi, mundur merupakan pilihan terbaik” karya Hui Hong dengan bukunya yang berjudul “Leng Zhai Ye Hua”.
36 Strategi ini sering juga dikaitkan dengan Seni Perang Hasil Karya Sun Tzu yang mungkin tidak terlalu benar, karena Sun Tzu hidup pada periode musin semi dan gugur (Periode Chun Qiu ) sedangkan buku ungkapan-ungkapan (Cheng Yu) yang dipergunakan oleh buku “36 Strategi” kebanyakan munculnya setelah periode musim semi dan gugur
Pada umumnya, banyak yang beranggapan bahwa karya “36 Strategi Perang” ini merupakan kumpulan dari 36 ungkapan bahasa (cheng yu) sekitar tahun 1600 pada masa-masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing.


Kisah-kisah dalam Karya 36 Strategi ini diambil dari sejarah pada zaman musim semi dan gugur (zaman Chun Qiu ) sekitar tahun 770 ~ 476 SM dan zaman Negara-negara berperang (zaman Zhan Guo ) sekitar tahun 475 ~ 221 SM, Dinasti Qin sekitar tahun 221 ~ 207 SM,Dinasti Han sekitar tahun 206 SM ~ 24 hingga akhirnya Dinasti Han pada periode Tiga Kerajaan (San Guo) sekitar tahun 220 ~ 316.
 ARTI ANGKA  36?
Menurut Yi Ching  (kitab suci kuno china), 6 dan 8 merupakan angka “Yin” atau angka gelap (hitam). 36 merupakan hasil dari 6 kali 6 sehingga sangat cocok jika digunakan sebagai siasat, taktik ataupun strategi dalam peperangan.
Buku 36 Strategi ini dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 Strategi.
Strategi yang terdapat dalam karya “36 Strategi” ini bukan saja dipakai dalam peperangan, tetapi pada zaman sekarang ini, 36 Strategi sering dipakai untuk memenangi persaingan di dunia bisnis. Para Pebisnis mempelajarinya dan melakukan penyusunan strategi sesuai dengan kondisi bisnis yang dihadapinya untuk bersaing dengan lawan bisnisnya sehingga mereka selalu berada di depan lawan bisnisnya.
Berikut ini 36 Strategi yang di klasifikasikan menjadi 6 Kelompok Strategi :
Kelompok I – Strategi Pemenangan Perang (Sheng Zhan Ji)
Kelompok Strategi Pemenangan ini dipakai jika kita memiliki kekuatan yang lebih besar dibanding dengan kekuatan lawan  serta adanya perhitungan dan perencanaan yang matang untuk mendapatkan kesempatan menang yang besar.
  1.  Mán tiān guò hǎi (Mengarungi Laut dengan Muslihat)
  2.  Wéi Wèi jiù Zhào (Mengepung Negara Wei untuk menolong Negara Zhao)
  3.  Jiè dāo shā rén (Membunuh orang dengan pisau pinjaman)
  4.  Yǐ yì dài láo (Menunggu kelelahan Musuh dengan kesabaran)
  5. Chèn huǒ dǎ jié (Merampok ketika terjadi Kebakaran)
  6.  Shēng dōng jī xī (Membuat keributan di Barat untuk menyerang Timur)
Kelompok II – Strategi berhadapan dengan Musuh   (Di Zhan Ji)Strategi ini dipakai saat berhadapan langsung dengan musuh. Untuk memenangi peperangan dalam kondisi ini, harus meningkatkan kekuatan pasukan dan berusaha untuk mengurangi kekuatan lawan.
  1.  Wú zhōng shēng yǒu (Meciptakan sesuatu dari sesuatu yang sebenarnya tidak ada)
  2.  àn dù chén cāng (Diam-diam melewati jalur tersembunyi Chen Cang)
  3.  Gé àn guān huǒ (Memperhatikan Kebakaran dari seberang sungai)
  4.  Xiào lǐ cáng dāo (Pisau yang tersembunyi dalam senyuman)
  5.  Lǐ dài táo jiāng (Menggantikan buah plum dengan buah persik)
  6. Shùn shǒu qiān yang (sambil lalu menuntun kambing)
Kelompok III – Strategi Penyerangan (Gong Zhan Ji)
Inti dari Strategi Penyerangan adalah “menyerang hati”. Menyerang Hati merupakan prioritas utama, menyerang Kota adalah prioritas terakhir. Perperangan Hati merupakan yang utama, perperangan dengan kekuatan pasukan adalah prioritas terakhir.
  1.  Dá cǎo jīng shé (memukul rumput untuk menakutkan ular)
  2.  Jiè shī huán hún (meminjam mayat orang lain untuk lahir kembali)
  3.  Diào hǔ lí shān (Memancing harimau untuk pergi dari gunungnya)
  4.  Yù qín gū zòng (Melepaskan musuh untuk ditangkap kembali)
  5.  Pāo zhuān yǐn yù (Melemparkan batu bata untuk menggoda kedatangan batu giok)
  6.  Qín zéi qín wáng (Untuk menangkap kumpulan penjahat, tangkap dulu pemimpinnya)
Kelompok IV – Strategi Membingungkan Lawan  (Hun Zhan Ji)
Kelompok Strategi ini ini digunakan untuk membingungkan lawan supaya lawan tidak mengetahui apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh kita.
  1.  Fǔ dǐ chōu xīn  (Mengambil kayu bakar dari bawah kuali masak)
  2.  Hún shuǐ mō yú (Menangkap ikan dalam air yang keruh)
  3.  Jīn chán tuō qiào (Meloloskan diri bagaikan ulat sutera yang lepas dari kulitnya)
  4. Guān mén zhuō zéi (Menutup pintu untuk menangkap pencuri)
  5. Yuǎn jiāo jìn gōng (Bersahabat dengan yang Jauh dan menyerang yang dekat)
  6.  Jiǎ dào fá Guó (Pura-pura meminjam jalan untuk menyerang Guo)

Kelompok V – Strategi Persamaan Kekuatan (Bing Zhan Ji)
Kelompok Strategi ini digunakan pada saat kekuatan kita sama dengan kekuatan musuh. Tak ada satupun pihak yang saling mengungguli.
  1.  Zhǐ sāng mà huái (Menunjuk Pohon Murbei dan memarahi Pohon Pagoda)
  2.  Tōu liáng huàn zhù (Mengganti balok dengan kayu yang kualitas rendah)
  3. Jiǎ chī bù diān (Berpura-pura bodoh tetapi sebenarnya tidak)
  4.  Shàng wū chōu tī (Memindahkan tangga setelah musuh memanjat)
  5.  Shù shàng kāi huā (Meletakkan bunga palsu di atas pohon)
  6.  Fǎn kè wéi zhǔ (Merubah posisi tamu menjadi tuan rumah)

Kelompok VI – Strategi Kekalahan Perang  (Bai Zhan Ji)
Kelompok Strategi ini dipergunakan saat Kekuatan Lawan jauh lebih besar dari kita dan boleh dikatakan kekalahan sudah didepan mata  serta banyak kemungkinan-kemungkinan yang tidak memihak ke kita yang akan terjadi. Tetapi Namanya perperangan maupun persaingan, kalah dan menang merupakan hal yang biasa, oleh karena itu, kita harus tetap bersemangat dan tidak menyerah diri begitu saja. Diharapkan suatu hari kita akan kembali dan memenangi perperangan ataupun persaingain ini.
  1.  Měi rén jì (Siasat memanfaatkan kecantikan wanita)
  2.  Kōng chéng jì (Siasat Kota kosong)
  3. Fǎn jiàn jì (Siasat adu domba dengan menggunakan mata-mata musuh)
  4. Kǔ ròu jì (Siasat melukai diri sendiri)
  5. Lián huán jì (Siasat menggabungkan serangkaian strategi)
  6. Zǒu wéi shàng jì (Ketika mundur merupakan pilihan terbaik)




SEMOGA BERMANFAAT KITA AMBIL SISI POSITIFNYA..


(DI AMBIL DARI ARTIKEL  http://dinaviriya.com/)